dear heart….
masa itu…. ketika bersama kau bersandau gurau,,, bercanda riang,,, menari, menyanyi, tertawa…..
masa itu… begitu asa penuhi semua raga dan jiwa
masa itu semua agenda telah tersusun rapi…. sampai ke hal2 hal yang terperinci
masa itu… terbata2 sebuah peristiwa menyeruak menghempaaas membunuh menyiksa menghujam ..
laksana sosok raksasa malam yang bengis kejam meluluh lantak kerlip bintang di kegelapan
tiada point of return….tiada ampun disana….
ini sebilah pedang panjang terangkat lepas keangkasa siap untuk memancung….
hanya …. gemetar badannya peluh bercucuran…. tertunduk menatap sang pesakitan….
menatap mendongak sang penjagal….ikhlas sudah…. dia menerima konsekwensi itu semua…
sang penjagal
hembusan napas menderu….. menahan beribu beban disanaaa….. terlihat titik bening menetes dari mata yang penuh murka dan kasih campur aduk
sang penjagal berhati emas….sehalus sutra…. walau pedang sudah digenggam namun tak jua turun menikam mangsa…
surya disana sudah hampir turun diperaduan…. eksekusi terhambat belum juga dilaksanakan…
apa yang terjadi…..?
perlahan….. sang penjagal melepas pedangnya jatuh ber debum ketanah….
tiada eksekusi hari ini….
namun…
lihat…apa yang terjadi dengan pesakitan….
terjalin dialog hening diantara mereka……
setuju tidak ada pembunuhn real……cuma
dear heart…
sudah tak layak menyimpan semua yang dinamakan rasa….
sudah tak pantas menyimpan semua ekspresi bertalikan rasa
sudah tak bisa menggunakan fikir melantunkan rasa
sudah tak boleh hati mu disana mengakses semua rasa
hanya ada yang terpendam… tersimpan,,,, termaktub…. tersusun…. terbungkus ….itulah yang layak kau punya sekarang…..
seketika sontak ditarik paksa oleh alam sadar….
semua yang kau punya sirna …..
kembalikan pada yang punya!!!!! segera……penjagal sudah menjauh…. tampak bayaangan tubuh diufuk timur….
ini…
kembalikan semua yang kau punya….. memang selama ini kamu wahai heart… hanya seorang miskin papa….ga ada kasih indah harapan disana….dialah yang memberi….hanya sekarang time to return it back
sekarang
dear heart
terduduk lesu… pandangan kosong…..hembusan napas berat…. debu berterbangan menutup wajah mu yang kuyu
melangkah gontai tanpa arah….. hanya ada lantunan do’a2 panjang bergema disana mendoakan sesosok heart yang sudah menjadi mayat hidup sekarang…..semoga rest in peace…

Palembang, suatu sore home sweet home…..

About rabiah65

dedicated n humble person..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s