KASUS I
Ners Sri bertugas di Nursing Center, sebelum melakukan interaksi ia berupaya meningkatkan kesadaran tentang dirinya. Sebagai prasyarat seorang counsellor ia mencoba mengaplikasikan konsep Taylor tentang 3 pertanyaan yang harus diajukan pada diri sendiri. Ners Yuni adalah rekan sejawatnya, ia belum dapat bersikap terbuka kepada Ners Sri padahal ia mengenalnya sejak di bangku kuliah. Seringkali Ners Yuni merasa tertekan karena terakumulasinya masalah keluarga, karir, masalah bisnis dan konflik ditempat kerja dengan kliennya. Ia banyak memiliki “the hidden part” dalam dirinya. Saat dinas pagi terlibat pertengkaran dengan kliennya yang merokok di ruangan. Saat berkomunikasi dengan klien lain ia bersikap kesal dan judes terutama pada laki-laki lain meskipun tidak merokok. Hal ini menyebabkan kecemasan yang meningkat pada kliennya. Saat dinas berakhir ia mendiskusikan cara eksplorasi perasaan dengan rekan sejawatnya dengan tujuan untuk memupuk sikap altruisme-nya.

Pertanyaan
1. Bila Ners Sri ingin meningkatkan kesadaran dirinya maka pertanyaan apa saja yang harus diajukan pada diri sendiri?
a. “who am I” ?, siapa diri saya ? meliputi usia, suku, pekerjaan dan lingkungan social tempat tinggal Ners Sri. Kemudian ia dapat meganalisa sejumlah bakat dan factor pembawaan lain yang menggambarkan tipe dirinya seperti perasaan-perasaan, suasana hati serta karakteristik seperti ambisius, cerdas atau seksi.
b. “who or what do l want to be?” saya ingin menjadi apa atau ingin seperti siapa? . Apa jawaban Ners Sri tentang “seharusnya saya bagaimana?”. Atau idealnya “saya ingin seperti siapa?”. Hal ini bisa baik atau tidak baik dalam pandangan orang lain tergantung pada tata nilai yang ia pegang.
c. “How well do l like my self?”, Bagaimana saya akan menyukai diri saya?. Hal ini mempengaruhi komponen konsep diri. Didalamnya termasuk harga diri seperti kekuatan-kekuatan diri, prestasi-prestasi, keahlian, kompetensi, kepercayaan diri, kemandirian dan ketidak-tergantungan. Kebutuhan penghargaan dari orang lain seperti status, kekuasaan, pujian, perhatian, perasaan ingin dianggap penting dan apresiasi.

2. Kuadran mana yang harus diperluas menurut konsep johari window pada Ners Sri?
Pada kuadran I. Yaitu know to self and others (diketahui diri sendiri dan orang lain), yaitu kuadran yang terdiri dari perilaku, pikiran dan perasaan yan diketahui oleh individu dan orang disekitarnya, untuk memperluasnya Ners Sri perlu melakukan 3 hal, yaitu :
1. Listen to the self
Mendengar diri sendiri atau mendengar emosi yang nyata biasa dialami. Ners Sri harus mencoba mengidentifikasi dan menerima kebutuhan pribadi, kegiatan diri, kesenangan dan spontanitas diri juga mencoba memahami pemikiran, perasaa, memori dan dorongan hati.
2. Listening to and Learning from Other
Kesediaan dan keterbukaan menerima umpan balik dari orang lain untuk meningkatkan pengetahuan diri sendiri. Maka perlu belajar dengan cara mendengar dan menerima feed back secara terbuka karena mengetahui diri sendiri tidak mungkin dilakukan tanpa bantuan orang lain.
3. Self Disclosing
Keterbukaan dalam berinteraksi, kepada teman yang dapat dipercaya sehingga mampu express feeling dengan rasa aman dan tidak ada sesuatupun yang disembunyikan.

3. Data mana yang menunjukkan bahwa Ners Yuni berada pada kuadran ke 3?
“Ners Yuni berteman dengan Ners Sri sejak di bangku kuliah, tetapi ia masih belum bisa bersikap terbuka. Ners Yuni sering merasa tertekan terhadap permasalahannya, ia memiliki the hidden part dalam dirinya”.

4. Apa yang dimaksud dengan The Hidden Part of Me pada kasus diatas?
Maksudnya adalah terdapat bagian tersembunyi dan rahasia dari diri individu tersebut, dimana hanya individu itu sendirilah yang mengetahui dan merasakannya. Hal ini bisa berlaku bagi klien dan perawat, oleh karena itu ketika klien mengungkapkan hal-hal buruk tentang dirinya perawat bisa menerima dan mengatakan bahwa itu sebenarnya normal. Berkaitan dengan analisa diri, dengan memahami model ini perawat mampu menganalisa dan memahami adanya sifat-sifat yang kurang baik dalam dirinya. Kesadaran ini akan memudahkan perawat untuk merubah perilakunya kearah yang lebih baik.

5. Data apa yang menunjukkan adanya konflik tata nilai klien dengan perawat pada kasus diatas?
“saat dinas pagi terlibat pertengkaran antara Ner Yuni dan kliennya yang merokok diruangan”
Ners Yuni melarang klien merokok diruangan, sedangkan klien bisa saja merasa lebih nyaman dan tenang dengan merokok. Konflik tata nilai yang terjadi adalah klien tidak mempunyai cara lain yang bisa membuatnya merasa rileks dan nyaman selain merokok.

6. Apa manfaat melakukan eksplorasi perasaan pada Ners di atas?
Dengan mengeksplor perasaan yang bertujuan agar ia mampu bersifat terbuka dan memahami perasaan-perasaannya, sehingga pada saat menolong kien, hal ini dijadikan barometer dan feed back dari intervensi yang dilakukan. Maka pada saat klien mengalami kemajuan Ners merasa gembira, pada saat klien mengalami kemunduran Ners merasa sedih, dan lain-lain. Sehingga apabila Ners tersebut mampu melihat perasaan-perasaannya sebagai barometer dan alat feedback maka ia akan menjadi penolong yang efektif.

7. Data apa yang menunjukkan transfer of feeling pada kasus diatas?
“saat berkomunikasi dengan klien lain ia bersikap kesal dan judes terutama pada laki-laki lain meskipun tidak merokok”.
Seorang perawat yang merasa cemas atau marah atau kesal sekalipun, pada saat interaksi akan tampak pada ekspresi dan perilakunya. Sehingga perasaan negative ini akan di transferkan ke klien lain yang akan mempengaruhi interaksi secara keseluruhan.

8. Apa yang dimaksud Altruisme pada kasus diatas?
Maksudnya adalah agar dalam menjalankan tugasnya Ners Yuni mampu menjadi penolong yang efektif bagi orang lain dan berjanji untuk menolong dengan kasih sayang yang tulus demi kemanusiaan dengan berusaha menjadi model bagi kliennya sebagai orang yang memberikan perhatian untuk kesejahteraan kliennya termasuk kedalam hal-hal yang bersifat privasi. Untuk menjadi pribadi yang altruistic maka ners yuni perlu mengeksplorasi perasaannya dengan menyelesaikan semua masalah yang sekarang sedang dihadapinya karena perawat yang tidak mampu memuaskan kehidupan pribadinya, maka ia akan didominasi oleh konflik, distress atau pengingkaran. Hal ini tidak akan memungkinkan baginya untuk merubah perilaku kliennya menjadi lebih baik.

KASUS II
Di Ruangan Permata Hati, terjadi penggalan dialog antara beberapa Ners dengan kliennya. Semua Ners berupaya menerima informasi secara aktif dan memperhatikan reaksinya dalam menerima pesa.
Klien 1 : “sebenarnya saya tidak ingin dirawat disini, banyak permasalahan yang saya hadapi sekarang”
Ners Sri : “Tadi ibu menyatakan, sebenarnya tidak ingin dirawat disini karena banyak masalah yang ibu hadapi, coba jelaskan masalah mana yang ingin ibu ceritakan”
Klien 2 : “Saya selalu ingat anak saya, rasanya tidak percaya kalau anak saya sudah meninggal”
Ners Titi : “Apakah ibu merasa belum menerima bahwa anak ibu sudah meninggal?”
Klien 2 : “Ya suster, saya selalu gelisah, terutama sebelum saya mendapat pengobatan, saya selalu lupa minum obat”
Ners Titi : “Saya kira ibu perlu tahu tentang prinsip 5 benar dalam pengobatan”
Klien 3 : (memalingkan muka, dan terlihat kesal saat kedatangan suaminya)
Ners Titin : “Kelihatannya ibu tidak begitu senang dengan kedatangan suami ibu!”
Klien 3 : “Saya masih muda dan lebih cantik bila disbanding kakak saya, tapi suami saya memang jahat”
Ners Titin : “Iya, tapi sesuai kesepakatan, kita sekarang akan berbicara tentang apa masalah ibu selama di rumah”,
Klien 3 : “……..Akhirnya saya tinggalkan suami saya…”
Ners Titin : “Mengapa ibu berperilaku demikian?”
Pertanyaan
9. Semua Ners pada kasus diatas berupaya menerima informasi secara aktif dan memperhatikan reaksinya dalam menerima pesan, hal ini merupakan pengertian dari :
Active listening (mendengarkan dengan aktif)

10. Tekhnik restating pada kasus diatas ditunjukkan dengan data ?
“Tadi ibu menyatakan, sebenarnya tidak ingin dirawat disini karena banyak masalah yang ibu hadapi, coba jelaskan masalah mana yang ingin ibu ceritakan”

11. Tekhnik komter yang digunakan oleh Ners Titi pada kalimat pertama kasus diatas adalah ?
Questioning (pertanyaan)

12. Data yang menunjukkan Reflection feeling pada kasus diatas adalah ?
“Kelihatannya ibu tidak begitu senang dengan kedatangan suami ibu!”

13. “Iya anda cantik, tapi sesuai kesepakatan kita sekarang akan berbicara tentang apa masalah ibu selama di rumah”, tekhnik tersebut adalah ?
Focusing (memfokuskan)

14. Perawat bertujuan untuk memberikan memberikan waktu bagi klien berinisiatif dalam berkomunikasi dan menyimak apa-apa yang dikemukakan klien, teknik yang paling tepat adalah ?
Silence (diam)

15. Data yang menunjukkan adanya ancaman non terapeutik yang dilakukan Ners Titin pada kasus diatas adalah ?
“Mengapa ibu berperilaku demikian?”

16. Data yang menunjukkan penggunaan tekhnik informing pada kasus diatas adalah ?
“Saya kira ibu perlu tahu tentang prinsip 5 benar dalam pengobatan”

17. “Coba jelaskan masalah mana yang ingin ibu ceritakan”, tekhnik yang digunakan adalah?
Open questioning (Pertanyaan)

18. Data Non verbal yang ditunjukkan klien pada kasus diatas adalah?
(memalingkan muka, dan terlihat kesal saat kedatangan suaminya)

KASUS III
Ners iwan bertugas di Bagian Keperawatan Jiwa Nursing Center Sukabumi. Saat pra interaksi ia melakukan eksplorasi perasaan, menggali kembali tata nilai yang dianut dirinya yang mungkin berpotensi konflik dengan tata nilai klien. Ia juga berupaya memahami kekurangan dan kelebihan yang dimilikinya. Saat fase kerja diruang konsultasi ia berupaya untuk menghadirkan diri secara fisik dan psikologis dengan kliennya. Memahami emotional katarsis klien dan menggunakan bahasa non verbal.
Pertanyaan
19. Apa yang dimaksud dengan hakekat eksplorasi perasaan yang dilakukan Ners Iwan?
Perawat seharusnya bersifat terbuka dan memahami perasaan-perasannya dengan demikian dapat digunakan untuk menolong klien serta sebagai barometer dan feed back dalam berhubungan dengan orang lain. Adakalany perawat merasa gembira saat melihat klien mengalami kemajuan, perawat merasa sedih saat kliennya mengalami kemunduran, distress saat klien menolak pertolongan, marah saat klien menuntut atau berbohong dan merasa berkuasa saat klien merasa ketergantungan yang sangat tinggi pada perawat. Bila perawat mampu melihat perasaan-perasaannya sebagai barometer dan alat feedback maka ia akan menjadi penolong yang efektif.

20. Saat berkomunikasi perawat menghadirkan diri dengan cara berhadapan, secara psikologos hal ini bermakna?
Perawat harus hadir sacara utuh (fisik dan psikologis) sewaktu berkomunikasi dengan klien. Perawat tidak cukup hanya mengetahui tekhnik komunikasi, tetapi yang sangat penting adalah penampilan dalam berkomunikasi. Menghadirkan diri terdiri dari menghadirkan diri secara fisik dan psikologis.

21. Perawat berupaya untuk mempertahankan kontak mata, hal ini memiliki makna ?
Kontak mata menunjukkan bahwa perawat mendengar dan memperhatikan klien. Kontak mata pada level yang sama berarti menghargai klien dan mengatakan keinginan untuk tetap berkomunikasi. Kontak mata sangat penting dilakukan diawal interaksi dan pada saat respon klien berkurang.

22. Perawat diatas menunjukkan keinginan untuk mengatakan atau mendengar sesuatu, serta merespon dan perhatian terhadap klien dengan cara ?
Membungkuk kearah klien

23. Menghadirkan diri secara fisik yang harus dilakukan Ners Iwan dengan cara ?
a. Berhadapan artinya menhadap klien dengan jujur dan terbuka yaitu sikap tubuh dan wajah menghadap kepada klien.
b. Mempertahankan kontak mata menunjukkan bahwa perawat mendengar dan memperhatikan klien.
c. Membungkuk kearah klien artinya menunjukkan keinginan mengatakan atau mendengar sesuatu, posisi ini juga menunjukkan bahwa perawat merespon dan perhatian terhadap klien.
d. Mempertahankan sikap terbuka, tidak melipat kaki atau tangan, tetapi mempertahankan posisi tangan disamping atau dalam posisi terbuka lainnya, menunjukkan keterbukaan untuk berkomunikasi.
e. Rileks, menciptakan lingkungan rileks dan menjaga privacy klien dan rasa nyaman bagi klien untuk membantu klien membuka diri.

24. Ners Iwan menawarkan kepada klien untuk berbicara di tempat yg tenang dan aman, tujuannya ?
Menjaga privasi klien dalam menceritakan permasalahannya.

25. Jelaskan contoh konflik yang mungkin terjadi antara Ners Iwan dengan kliennya?
Konflik yang mungkin terjadi adalah adanya perbeddaan tata niali antara Ners Iwan dan kliennya contohnya, pada saat berusaha mengeksplor perasaan klien dengan emotional katarsis, Ners iwan menwarkan tempat yang privasi agar bisa lebih konsentrasi, namun klien bisa saja menolak ajakan ini karena ia merasa bukan muhrimnya (jika kliennya perempuan), maka hal ini tidak bisa dipaksakan, dan pemecahan lain perlu dicari.

26. Jelaskan apa yang dimaksud dengan aktif listening?
Atau disebut juga (mendengarkan dengan aktif artinya menjadi pendengar yang baik, yang merupakan dasar dalam melakukan hubungan perawat-klien. Ellis

27. Dimensi respon yang harus dilakukan Ners Iwan untuk turut merasakan apa yang dirasakan orang lain adalah :
Empati

28. Dimensi respon yang harus dilakukan Ners Iwan dalam menanamkan kebaikan cukup tuhan kita yang tahu?
Dimensi respon menghargai

29. Dalam melakukan dimensi respon hendaknya menghindari “Why question”, karena semua manusia ingin ?
Dihargai tidak untuk di interogasi.

30. Sebagian besar makna pesan pada klien akan sampai melalui ?
Verbal

31. Jelaskan beberapa contoh komunikasi Non Verbal?
a. Penampilan personal
Penampilan seseorang merupakan salah satu hal pertama yang diperhatikan selama komunikasi interpersonal. Bentuk fisik, cara berpakaian dan berhias menunjukkan kepribadian, status social, pekerjaan, agama, budaya dan konsep diri. Perawat yang memperhatikan penampilan dirinya dapat menimbulkan citra diri yang positif dan sikap professional yang positif.
b. Intonasi (nada suara)
Nada suara pembicara perawat mempunyai dampak besar terhadap arti pesan yang dikrimkan, harus menyadari dan mengontrol emosinya ketika sedang berinteraksi dengan klien, karena maksud untuk menyampaikan rasa tertarik yang tulus terhadap klien dapat terhalangi oleh nada perawat dalam membina hubungan saling percaya dengan klien.
c. Ekspresi Wajah
Ekspresi yang biasa muncul yaitu terkejut, takut, marah, jijik, bahagia dan sedih (Ellis, R, Gates R dan Kenworthty, 2000). Ekspresi wajah sering digunakan sebegai dasar penting dalam menentukan respon komunikan atau penerima pesan. Orang yang tidak percaya atau orang yang berbohong akan tampak dalam ekspresi wajahnya.
d. Sikap Tubuh dan Langkah
Sikap tubuh dan langkah menggambarkan sikap, emosi, konsep diri dan keadaan fisik. Perawat dapat mengumpulkan informasi yang bermanfaat dengan mengamati sikap tubuh dan langkahnya serta memperoleh unpan balik dari orang lain. Langkah dapatt dipengaruhi oleh factor fisik seperti rasa sakit, obat atau fraktur.
e. Sentuhan
Sentuhan merupakan alat komunikasi yang sangat kuat. Sentuhan dapat menimbulkan reaksi positif atau negative tergantung dari orang yang terlibat dan lingkungan disekeliling mereka, sentuhan penting dlakukan pada situasi dimana klien sangat sedih. Sentuhan pada situasi ini mempunyai arti empati. Sentuhan juga dapat menunjukkan arti “saya peduli” . akan tetapi pada pelaksanaannya sangat perlu untuk memahami siapa, kapan dan mengapa sentuhan dilakukan, karena komunikasi non verbal ini mempunyai efek yang berbeda pada setiap individu.

Kasus IV
P : “Sesuai dengan kesepakatan kita kemarin, hari ini kita akan mendiskusikan tentang kebiasaan-kebiasaan dirumah, tempatnya di taman dan waktunya 15 menit, apakah ibu sudah siap?, nah sekarang coba jelaskan, apa saja kegiatan ibu setelah bangun tidur?”
K : “Setelah bangun tidur saya menyapu suster, kemudian nonton tv” (berbicara pelan sambil menunduk, kemudian meremas tangan)
………………………………………….
P : “Tadi itu ibu mengatakan bisa memasak, dan main volley, itu merupakan hal yang harus disyukuri dan itu bagus sekali !
K : “Tapi saya berbeda dengan kakak-kakak saya yang sukses” (Meneteskan air mata sambil menatap perawat), saya juga ingin membahagiakan ibu saya, suster…..”

Pertanyaan
1. Ada berapa komponen API pada kasus diatas ?
Ada 4, komunikasi verbal, komunikasi nonverbal, klien dan perawat

2. Data yang menunjukkan kontrak topik dengan klien pada kasus di atas adalah ?
“Sesuai dengan kesepakatan kita kemarin, hari ini kita akan mendiskusikan tentang kebiasaan-kebiasaan dirumah

3. Dalam API kasus tersebut, secara rasional perawat harus mengingat kembali kontrak yang terdiri atas ?
Kontrak Topik : “Sesuai dengan kesepakatan kita kemarin, hari ini kita akan mendiskusikan tentang kebiasaan-kebiasaan dirumah
Kontrak Waktu : Waktunya 15 menit
Kotak Tempat : Tempatnya di taman

4. Data yang menunjukkan Komunikasi non verbal klien, pada kasus diatas adalah ?
Berbicara pelan sambil menunduk, kemudian meremas tangan

5. Tekhnik open ended question pada kasus diatas ditunjukkan dengan data?
“Nah sekarang coba jelaskan, apa saja kegiatan ibu setelah bangun tidur?”

6. Analisa berpusat pada klien yang menunjukkan ungkapan harga diri rendah secara verbal, pada kasus diatas adalah :
“Tapi saya berbeda dengan kakak-kakak saya yang sukses”

7. Analisa berpusat pada klien yang menunjukkan ADL klien yang positif secara verbal pada kasus diatas adalah ?
“Setelah bangun tidur saya menyapu suster, kemudian nonton tv”

8. Apa yang dimaksud dengan landasan teoritis dalam API?

9. Data yang menunjukkan adanya Reinforcement positive yang diberikan perawat pada klien dalam kasus diatas ?
“Tadi itu ibu mengatakan bisa memasak, dan main volley, itu merupakan hal yang harus disyukuri dan itu bagus sekali !

10. Data yang menunjukkan adanya self ideal yang ingin dicapai klien pada kasus diatas adalah?
Saya juga ingin membahagiakan ibu saya, suster…..”

11. Mengapa API penting bagi perawat ?

12. Tekhnik restating yang dilakukan perawat pada kasus diatas ditunjukkan dengan data ?
“Tadi itu ibu mengatakan bisa memasak, dan main volley,

13. Saat klien meneteskan air mata, perawat menyentuh dan memegang tangan klien, hal ini bertujuan ?
Untuk mengisyaratkan bahwa perawat merasa empati dan peduli terhadap permasalahan yang sekarang sedang dihadapi oleh klien.

14. Saat klien meneteskan air mata, perawat diam dan suasana menjadi hening, hal ini termasuk tekhnik ?
Silence (Diam)

About rabiah65

dedicated n humble person..

One response »

  1. […] PROBLEM BASED LEARNING Mental Health Nursing « Desi77's Blog […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s