Question :
Why is a starving person more susceptible to infectious disease than one who is
well nourished?

Answer :
• MAKRONUTRIEN
– KARBOHIDRAT
– PROTEIN
– Poli Asam Lemak Tak Jenuh Rantai Panjang (Long Chain Polyunsaturated Fatty Acid, PUFA)
• MIKRONUTRIEN
– Vitamin A
– Vitamin C
– Vitamin E dan Selenium
– Besi
– Zink
– Nukleotida
• Karbohidrat : suplai sistem imun dengan energi untAuk melawan patogen
• Protein : membuat enzim untuk eliminasi patogenA, menjaga saluran cerna, menjaga sistem imun
• Poli Asam Lemak Tak Jenuh Rantai Panjang (Polyunsaturated Fatty Acid, PUFA)

Mikronutrien
• Vitamin
× vitamin A : antioksidan; menormalkan pembelahan sel; mendukung kerja kelenjar timus; meningkatkan produksi antibodi
× vitamin B-6 : mendukung kerja sel B dan T, reaksi enzimatis
× vitamin C : antioksidan; menstimulasi antibodi dan WBC
× vitamin E : antioksidan; meningkatkan fungsi sel T, interleukin 2, TNF;
• Mineral
× Zn : mendukung reaksi enzimatis dalam sel, kerja kelenjar timus sehingga meningkatkan produksi dan aktivasi leukosit
× Se : antioksidan, mendukung aktivitas sel T dan NK sel, meningkatkan produksi antibodi
× Fe : meregulasi fungsi limfosit T
× Quercetin : antioksidan kuat
× Asam alfa-lipoat : meningkatkan kadar glutation
× Iodin : mendukung aktivitas NK sel
× CoQ10 : meningkatkan produksi IgG
× Glutation : antioksidan, mendukung kerja sel T
Starving
• Kelaparan ? = starving
• penyusutan cadangan makanan di dalam jaringan tubuh selama kelaparan
• Penggunaan energi utama berasal dari karbohidrat dari pada lemak maupun protein.
Jumlah cadangan karbohidrat biasanya disimpan oleh tubuh hanya beberapa ratus gram (terutama glikogen dalam hati dan otot) , dan cadangan ini dapat menyediakan energi yang dibutuhkan untuk fungsi tubuh hanya untuk setengah hari.

• oleh karena itu, kecuali untuk beberapa jam pertama kelaparan, efek yang utama adalah penyusutan progresif jaringan lemak dan protein.
• Karena lemak merupakan sumber energi utama (100 x energi karbohidrat), kecepatan penyusutan lemak selanjutnya tak terelakkan (GBR) sampai sebagian cadangan lemak dalam tubuh hilang.
• Protein mengalami tiga fase penyusutan yang berbeda : mula-mula penyusutan cepat, lalu penyusutan amat lambat, dan akhirnya penyusutan cepat lagi sesaat sebelum kematian.
• Penyusutan cepat yang pertama disebabkan oleh penggunaan protein yang secara mudah dimobilisasi untuk metabolisme langsung atau untuk konversi protein menjadi glukosa, dan kemudian terjadi metabolisme glukosa terutama oleh otak.
• Setelah cadangan protein yang mudah dimobilisasi berkurang selama fase awal kelaparan, pada waktu ini, kecepatan glukoneogenesis menurun menjadi sepertiga sampai seperlima dari kecepatan awal , dan kecepatan penyusutan protein menjadi sangat berkurang.
• Persediaan glukosa yang berkurang kemudian menyebabkan serangkaian kejadian yang mengarah kepada penggunaan lemak yang berlebihan dan konversi beberapa produk pemecahan lemak menjadi badan keton, menghasilkan ketosis.
Infeksi ?
• Defisiensi semua nutrien pada keadaan starving akan mengakibatkan mudahnya terkena infeksi.
• Pada awal-awal starving yg mengalami penurunan paling cepat adalah kadar protein, karena protein paling mudah di pecah untuk dibentuk energi.
• Setiap sistem pertahanan tubuh perlu bahan bakar agar dapat meneruskan produksinya, hal ini didapat dari nutrien. nutrien akan diambil oleh sel-sel terkait melalui proses yang berbeda-beda. Kebanyak zat makanan ini melewati membran sel melalui difusi dan transfor aktif.

About rabiah65

dedicated n humble person..

One response »

  1. kenapa kalo kita merasa lapar..terus kita lupa makan dan akhirnya tidak lapar lagi… atau istilahnya laparnya dah kelewat..jadi hilang nafsu makan, dipaksain makan juga malah mual……….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s