berbagi hari berbagi suka berbagi kisah

berbagi lisan berbagi tatap berbagi rasa

lencana tertancap dihari itu

begitu lama dan panjang perjalanan ini

begitu tinggi melambung asa dan harapan, cita dan mimpi

 

hari bahagia tak terlupa

kala sang Khalik menyatukan kita

membulat tekad menjadikannya utuh

berjuang sepenuh jiwa raga menjadikannya kokoh

sujud syukur separuh jiwa yang sunyi mempunyai tempat bersandar sehati

 

sepanjang jalan dikiri kanan kerikil

mendaki, menurun menyabrangi aral rintangan

keluar sisi batas jalan… coba kembali lagi

tikungan tajam, jalanan tajam, curam dan berbatu

kala lelah basuh peluh hembuskan nafas mengatur langkah

 

mentari terik hujan membasahi jalan kita

sediakan payung berteduh disetiap hantakan demi hentakan

sediakan sedikit air penghilang dahaga

sendau gurau disepanjang jalan

isak tangis,, marah segala rasa yang terlontar.. itulah warna

 

ketika mendarat kita

sampai diujung

ntah kendraan apa yg sudah kita punya

ntah berapa beban yang kita dekap

ketika cinta kasih terpelihara dengan teduhnya sang jingga diufuk barat

ketika satu keselarasan, satu bentuk memori yang membekas

bergandengan tangan kita menghadapNYA

yang membuat kita satu

DIA juga yg bisa memisahkan

cuma satu doa bertasbih …. semoga cinta kasih kita menjadi hiasan indahnya hidup kita kelak, hidup yang kekal disisiNYA…

 

oleh Desi Andrianovita pada 27 Agustus 2010 jam 6:28

About rabiah65

dedicated n humble person..

2 responses »

  1. Beni Hidayat says:

    Untuk siapo kak puisi ini hihihih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s