kesekian kalinya, dia datang dengan wajah lusuh, terdengar langkahnya mendekatiku… sapa lembutnya berkata… “aku tak kuasa”… yah.. dia sahabatku.. sahabat terdekat.. sangat dekat denganku… aku tahu semua rasanya, cintanya, citanya, tawanya, sedihnya, tangisnya…. bahkan apapun yang ia fikir dan akan lakukan bisa dengan mudah q raba seperti aku berkaca di beningnya air mengalir…
kali ini… ‘tuk kesekian kali… bertandang ke haribaanku… dengan tersedu sedan… tampak hitam melingkar disekeliling matanya… pertanda sebuah badai sedang berkecamuk dihatinya… tanpa bertanya, tanpa suara… aku gapai ia… tertunduk lesu ia dipangkuanku… tangisnya pecah… namun tak ada ku dengar suara melengking seperti biasa,… aku… hanya bisa mengusap lembut kepalanya… sambil berkata.. “semua akan berlalu”… tengadah ia menatapku dengan matanya yang penuh air mata… lelehan air matanya terasa mengenai kulitku… sungguh deritanya kali ini tiada mampu aku lukiskan… kutatap ia… tanpa bertanya, tanpa bersuara…
lemah suaranya, serak terdengar… aku….aku…… aku…. aku tak kuasa… sudah kubunuh ia, kukubur ia, kulempar ia kejurang yang terdalam, semua hal tersadis sudah kulakukan!!!!…… terlihat perih dimatanya…. bahkan aku tercekat, terdiam, ….
“aku tahu ini salah… aku tahu ini tak boleh… aku tahu aku keliru….. AKU TAHU!!!!!! raungnya sambil menatapku nanar…. tapi mengapa aku tak kuasa…… JAWAB AKU!!! teriaknya lagi…
aku tetap diam… bisu seribu bahasa….. aku biarkan ia melepaskan semua bebannya…. aku tahu aku belum boleh bicara…
“aku….aku mencintainya….menyayanginya….. sudah berulang kali aku luluhlantakkan rasa itu… sesekalinya aku mampu…. berulang kali dia datang lagi… rasa itu… seperti hantu… aku…rindu…
seandainya waktu dalam genggamanku… akan aku kembalikan semua seperti sediakala….. ”
“aku …. tiada pernah menyesal menyayanginya……… sampai akhir hayat akan kujaga… ia bagai pualam dalam hatiku… ”
tersedu-sedu suaranya mencurahkan isihatinya……….. aku tetap diam… namun tanpa sadar airmataku meleleh juga… sungguh aku mengerti rasamu sahabat…
“sekarang meski ia hilang.. ia tak nampak dimana juga…. selalu terpatri rasa ituuu… sungguh bahagia mengenangnya……. aku rindu dia”… suaranya semakin melemah…
badannya terasa dingin kuraba… perlahan aku berkata padanya… “kamu mau menangis di pundakku??”
masih ada sisa airmatamu?? masih ada sisa suaramu??….datar suaraku terdengar..
ku genggam erat tangannya… terasa denyut nadinya sangat lemah… ..

terinspirasi dari kisah nyata yang belum juga usai…semoga kau bahagia “sahabat”
Jatinangor, 10 nov 2009, D.Surya 15.10 wib

About rabiah65

dedicated n humble person..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s