Here we are in the starting point of becoming a professional NERS, this is more then I thought, even more. There is a pre clinical examination before we enter nursing practically programme.

God knows what ever happen here.

Penantian dibawah kerindangan, kenikmatan, kelegaan selepas hembusan nafas terengah-engah paska research time membuat semua buyar. Kukira, kusangka ada jeda waktu melepaskan penat setelah semua yg berbau ujian dan ujian, namun here I m, here we are in the middle of an exam again!.  And the worst thing is, it’s a nursing soft skill exams. Jumlah keseluruhan 62 orang, we are divided into 2 groups for 2 days. I got the last days, its Friday.

14 perasat harus secepat kilat diingat dan dipraktekkan. Personal hygiene (BAB, BAK, memandikan, bed making, oral hygiene dan mencuci rambut) hmm nursing banget ya.. hehe, catheter urine, pemasangan infus, injeksi, tracheostomy wound care, suctioning, general wound care, physical examination, ecg and its interpretation, and the last one its NGT. Only in 2 -3 days preparation.. yahh, itulah suka duka pra klinik sebelum masuk ke KMB as our first stage of professional programme. Alhamdulillah semua terlewati dengan sangat amat banyak kekurangan disana sini.

Satu hal yang kudapat sangat berkesan hari ini, ketika ujian disalah satu stase, wejangan yang berharga manakala kita melakukan suatu perasat, berhadapan dengan manusia dengan segala kebutuhan yang memungkinkan kita sebagai seorang perawat memberikan pelayanan yang tebaik, safe and comfortable, pemenuhan kebutuhan manusia dengan metode pemenuhan yang beraneka ragam membuat kita harus melakukannya dengan baik dan benar. Ketika kesalahan terjadi pada saat melakukan salah satu perasat, prinsip streril sangat ditekankan, aku sadar hal ini tidaklah mudah, walau jam terbang sangat tinggi dalam melakukan salah satu perasat, namun itu bukanlah jaminan bahwa kita telah melakukannya dengan baik dan benar berdasarkan kemanusiaan. “tidak ada sorangpun yang tahu bagaimana atau apa yang kita lakukan kecuali DIA” kata kata ini membekas sangat, mempunyai makna dalam yang membawa pesan kemanusiaan, bahwasanya dalam memperlakukan manusia dalam hal ini pasien, bukanlah procedural yang membenarkan apakah yg telah kita lakukan telah benar benar benar, namun hati nurani dalam memberikan sesuatu yang terbaik pada sesama dengan memperhatikan keselamatan, ketepatan dan keselarasan dengan kebutuhan yang benar-benar dibutuhkan akam menghasilkan suatu nilai, norma dan rasa yang hanya kita yang tahu. Keberadaan perawat sebagai salah satu pemberi pelayanan pada yang membutuhkan memungkinkan kita melakukan ibadah yang bertubi-tubi tiada henti, semoga Allah membalas kita dengan apa yang telah kita beri. Amien.

Rusuh, rusuh,… itulah yang terekam dalam memoriku, sepanjang hari ini, dari pagi rasa tak tenang, gelisah dan semua rasa bercampur tiada apa yg bisa diperbuat. Sampai saatnya ujian tiba, keringat mengucur deras seperti mandi saja.. hahah… control emosi dan perasaan hilang lenyap ntah kemana, hanya pasrah yang jadi tonggak utama. Namun 1, 2 stase terlewati membuat confidence itu mulai appear, ini pertanda baik. Alhamdulillah semua berjalan sebagaimana mestinya.

Peristiwa lucu, memalukan dan mengharukan terjadi sepanjang prosesi, seorang sahabat yang sangat kukenal baik dengan lugunya menceritakan pengalaman ujiannya, secara basic dia yang 10 tahun bekerja diluar RS, tidak terpapar dengan perasat seperti itu, namun usaha kerasnya membantunya untuk ikutan bangun tengah malem , berlatih dengan peralatan dapur dan pecah belah sebagai instrument ujian.. sungguh cerdik. Namun ketika masuk ke catheter urine, ia mengukur panjang kateter  yang akan dimasukkan ke  alat  kelamin phantom… what a funny story, ku tak dapat menahan tawa, sungguh ini suatu refreshing story, yang membuat terpingkal-pingkal, sampai sahabatku ini bilang “ ini pengalaman tak terlupakan seumur hidup, saya sungguh malu pada penguji, semua blank dan kacau, saya stuck dan tak tahu apa musti diperbuat”.. hahaha ucapnya lagi, walau her menanti di hari selasa, tetaplah semangat kawan, semua akan terlewati tanpa kita sadari.

Seorang sahabat lagi sampai jingkrak-jingkrak memeluk sang penguji ketika tidak dinyatakan her, karena dia sudah banyak menerima her di stase yang lain….. fenomena yang sangat berharga untuk dikisahkan, suatu saat ini akan menjadi kenangan indah yang memenuhi lembaran cerita selama profesi moment here.

Pembagian toga, topi and patung sudah berjalan di sba, sayang patungku dapat yang figure kepalanya yg laki-laki. Yaa.. its okelah. Hari-hari berjalan dengan sangat cepat, tak terasa sudah 1,5 tahun dan sekarang sudah menginjak awal tahun kedua, telah sekian lama meninggalkan kota tercinta, rasa rindu akan kampong halaman sering sekali menjadi motivator untuk belajar lebih giat, keberadaan keluarga tercinta yang member support menghasilkan energy positif dikala kedukaan, kepenatan melanda.

Kecintaan pada pembelajaran diri membangkitkan apa dan bagaimana kita sebenarnya. Setiap manusia mempunyai suatu kelebihan yang kadang masih terpendam, bahkan ia sendiri tidak menyadarinya. Walau begitu, kebangkitan itu akan mendasar bagaimana ia bersikap, bertindak dan mengambil keputusan.

About rabiah65

dedicated n humble person..

4 responses »

  1. tau nggak cek…aku nagis baca ini, benar2 perjuangan…smg indah saatnya nanti. Met liburan, TTDJ..slm buat klg di Plmbng..

  2. iinamina says:

    hahahhaaa… semoga jadi kenangan tak terlupakan dan dimaklumkan ya bu… hiks hiks…

    • desi77 says:

      hahahaha… q bisa membayangkan gimana itu ceritanya, apalagi bagian kelupaan ngoles jelly nya, soalnya q juga kek gitu bu… qqqq

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s