Keberadaan seseorang yang memiliki posisi spesial pada tempat teristimewa setiap hati manusia memberikan energy yang sangat berarti. Kata-kata magic “cinta” menikam relung hati terdalam , kala cinta menyapa, senyuman ditingkahi kebingungan dalam mengartikannya ditempat pertama sua menyapa. Setiap insan dilengkapi dengan rasa, “taste” cinta merebak, membuat hidup terasa bermakna, kebermaknaan ini membuat semangat yang tadinya tiada pernah diduga dimilikin seseorang akhirnya muncul dan menyadarkan bahwasanya ia memiliki sesuatu yang lebih dan lebih, bahkan ia sendiri tidak menyadarinya.

Perjalanan sebuah kata cinta, “do u love me?”, “can we be together?”, “will you be my princess?” atau tanpa legalitas kata-kata yang bermakna dalam sekalipun, pengesahan yang menjadikan seseorang memiliki komitmen yang dewasa ini dikenal dengan nama “pacaran” atau lebih halus lagi “teman dekat”. Fenomena yang sangat awam ditemui disekeliling kita.

Berlalunya sang waktu membawa sang cinta bisa menjadi lebih matang, lebih dewasa, lebih bermakna, namun bahkan bisa terjadi sebaliknya, cinta kebersamaan ini membuat kebosanan, perselisihan tiada ujung atau bahkan kata-kata kasar, saling menyakiti, bahkan saling menghina dan mengintimidasi. Cinta sngguh colouring life as life never live without it.

Cinta, akankah lebih indah jika terjadi kala pertama pandang bersua, rasa merebak dan senyum merekah saat ijab Kabul terjadi?. Akankah lebih nyaman, tenteram dan bahagia kala pengesahan itu telah direstui dimata Allah, orang tua tercinta dan handai taulan. Hati berpadu dihari yang suci, “saya terima nikahnya dengan mas kawin blab la bla…” namun sungguh, ketika hari itu berlaku, penyerahan diri totalitas baik bagi seorang suami maupun istri memberikan keikhlasan yang menyempurnakan semua yang telah diamanahkan, tugas-tugas penting menjalani bahtera menanti didepan mata. Kala yang bernama suami menjadi nahkodanya, dan yang bernama istri memberikan spirit tiada habisnya dalam menjalankan kemudi hingga selamat sampai tujuan walau ombak yang dating siapa yang bisa mengira.

Kau jadi pakaianku dan aku jadi pakaianmu, kata-kata klise tapi memiliki arti mendalam, sayang, cinta… yahh cinta ini seiring berlalunya sang waktu, ia tumbuh bersemi disertai pemahaman mendalam akan apa dan bagaimana pasangan hidup kita, penerimaan akan kelebihan dan kekurangan menjadi bumbu dalam hidup. Canda tawa bahkan duka dan tangis menjadi irama tanpa akhir yang mengiringi lirik tanpa suara. Senandungku, suaramu dan paduan suara menelisik setiap hari-hari kita.

Cinta, cinta dan cinta…… mungkin lamanya sebuah pernikahan menempatkan kata-kata ini lebih pada sebuah keagungan makna yang bernama “kasih sayang, pengertian dan perhatian”. Kebutuhan akan kehadiran dan kesetiaan.

bandung, March 16th 2011. sweet subh.. remind me of ur sweet tender love dear kak say…

About rabiah65

dedicated n humble person..

3 responses »

  1. chambri says:

    hubungan yang didasari keyakinan menjalankan skenario Allah…..akan indah……agung……subhanallah,rachrisyk…….

  2. chambri says:

    hubungan yang didasari keyakinan unutuk menjalankan skenaario ALLAH itulah yang terindah,agung………..rachsyk…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s